Rumah Bordir

Seseorang lelaki pergi mengunjungi rumah bordil langganannya. Mama, saya menginginkan wanita yang menderita aids." katanya. Si germo mengangguk dan mempersilahkannya masuk ke kamar. Kemudian ia memanggil wanita yang paling favorit untuk melayani
lelaki tua itu. Si wanita masuk ke kamar dan mulai melepaskan pakaiannya.

Lelaki: "Anda menderita aids?"
Wanita: "Aids? Tentu saja tidak"

Dengan serta merta si lelaki itu menyuruhnya ke luar. Si germo memanggil wanitanya yang lain dan berkata, "Shirley, kau pergi ke atas dan layanilah lelaki tua itu. Kalau ia bertanya 'Apakah kau menderita aids?' katakan saja, 'Ya.' Pokoknya kita akan melakukan apapun yang bisa kita
lakukan asalkan dia puas. Okay?"

Shirley menganguk dan pergi ke atas. Ketika si lelaki bertanya apakah ia menderita apakah ia menderita aids, maka dengan tersenyum dia menyahut, "Tentu."
"Bagus," ujar lelaki itu mari kita mulai......"
Mereka naik ke ranjang dan bermain cinta sekitar sepuluh menit. Setelah selesai, mereka berbaring melepas lelah. "Papa," tanya Shirley dengan manja seraya mengelus-elus dada lelaki tua itu, "Papa jangan marah yach, kalau saya mengaku bahwa sebenarnya saya tidak menderita aids. Dan boleh saya bertanya 'kan, mengapa sich Papa menginginkan wanita yang menderita aids?"

Si lelaki terlompat dari tempat tidurnya dan wajahnya kelihatan sangat terkejut. "Karena saya menderita aids tahu?!" teriaknya!

1 comments: